Halaman

18 Februari 2013

Sabar dan Syukur

Hmmm sabar dan syukur ya? dua kata tersebut merupakan pasangan,,,dua kata yang jika benar2 dipegang dan diterapkan maka itu bisa membuat seseorang bertahan. Dua kata tersebut dipasangkan sedemikian rupa agar digunakan sebagaimana mestinya, seperti Baik dan Buruk, Benar dan Salah, Surga dan Neraka. Sabar dan Syukur dipegang seseorang sebagai pegangan bagi diri.

Jika dia diberikan ujian, maka kata 'Sabar' lah yang harus diterapkan, dan ketika nikmat yang didapatnya, maka kata 'Syukur' lah yang harus diterapkan. Segala apapun yang menimpa seseorang, pada akhirnya sabar dan sykur lah yang bisa menjaga dirinya agar bisa bertahan. Ketika meminta do'a untuk disabarkan, maka Dia akan diberikan permasalahan yang mengharuskan dia untuk bersabar. Walaupun bagi seseorang, kata Sabar dalam penerapannya tidak mudah. Yup? benar sekali,,itu bukanlah hal yang gampaaaang, susah banget malah. Bahkan ketika saya membicarakan kepada teman-teman saya juga, mereka akan bilang hal yang sama. Ya,,,memang benar,,kita akan berfikiran seperti itu.

Lalu sikap terbaik apa yg hrs kita lakukan ketika kita ditimpa permasalahan yg mengharuskan kesabaran kita? Tetap dalam kesabaran jawabannya. Kenapa tetap dalam kesabaran? ya memang itu, apa lgi yang bisa dilakukan, ya kita musti tetapkan hati dan diri ini dalam kesabaran. Dalam rangka apa kita lakukan itu? ya dalam rangka meraih Ridho-Nya.

Lalu bagaimana kita mengenal siapa yang bersyukur dan bersabar? hanya orang2 terdekatlah yang tau dan Allah lah yang tau setiap diri seperti apa keadaannya. Jika berbicara tentang ujian, bahkan Allah langsung yang akan menguji seseorang, apakah benar dia sudah beriman atau hanya sebatas yang disebut beriman? Tak henti-henti nya Allah akan terus memberikan ujian dalam rangka kasih sayangNya kepada hambaNya. Ketahuilah, yang tau apakah diri sudah sabar atau belum adalah dirinya sendiri, tentu dengan pertolongan Allah. Dia akan diberikan kemampuan untuk bisa menilai sejauh mana kesabarannya.

 nb : hanya sebatas oret-oretan,,,,,:) fungsinya sebagai pengingat diri saja. 

Sate Maranggi Warna Warni yang Praktis

Hehe lucu y,,,judul dinamain sate maranggi warna warni, itu karena saya buat sate maranggi di selang seling dengan brokoli dan paprika ^_^.

Bahan :
Daging Sapi (tanpa lemak daging)
Brokoli
Paprika

Bumbu (dhaluskan):
Kecap
Ketumbar
Lengkuas muda
Bawang Merah
Bawang Putih
Gula Putih/gula merah
Jeruk Nipis

Cara :
Rebus daging sapi sampai empuk, buang air rebusannya.
Rebus brokoli setengah matang.
Setelah daging empuk, lumuri dengan bumbu halus. Diamkan beberapa menit agar bumbu meresap.
Tusukan daging, brokoli, dan paprika secara berselang seling. Setelah itu panggang sebentar.
Sate siap dihidangkan ^_^  Bisa dimakan langsung tanpa sambal cabe rawit, atau jika ingin menambahkan sambal kecap cabe rawit juga is ok. Itu udah enak koq tanpa ditambah apa2 lagi,,,suamiku bilang bumbunya sampe meresap hehehe. Padahal ga pake apa2 lgi, dan dipanggangnya pun cuma 4-7 menit-an, cuma sebentar, soalnya pke double pan. Pernah terlalu lama dipanggang, tau2 sampe mengerak dan menempel di double pan,,,,:D. Tapi masih enak koq dagingnya ;).

Ada hal lain yang dirasa, seneng banget, ktika bisa memasak dan hasilnya enak apalagi ini perdana dengan takaran bumbu yang di raba2 sendiri,,,trus dipuji lgi sama seseorang yg kita cinta,,,capek di dapur terbayar sudah. Alhamdulillah bisa masak ternyata hehehe.

Atau jika ingin memakai resep lain untuk pengempukan daging, bisa menggunakan daun pepaya, lihat link resep berikut : http://kuliner.lintas.me/go/kedaikuistanaku.blogspot.com/Sate-Maranggi/1/
Jadi pengen coba pakai daun pepaya, cuman sayangnya, harus langsung dibuat ktika daun pepayanya ada, klo ga langsung dibuat, daunnya bisa layu hehehe.

Sayur Sop Sehat

Hehe,,,,judulnya pke sayur sop sehat ya? Maklumlah,,,untuk saat ini saya hanya bisa menikmati makanan yang dibuat di rumah. Jujur saja, untuk beli masakan diluar rumah, bahkan untuk setingkat cafe sekalipun, saya masih merasa belom safety untuk menyantap masakan tersebut, karena apa? ya karena masakan yang dijual saat ini hampir sebagian besar menggunakan penyedap atau vetcin. Tapi saya baru nemu 1 tempat yang menjual sayur sop dengan rasa yang alami, yaitu tanpa penyedap, walaupun saya lupa untuk menanyakan apakah sayur yang saya beli tersebut pakai penyedap atau tidak. Mungkin suatu saat harus ditanya :) untuk memastikan.Temen ada yang berujar, ahh koq ribet banget sih, makan koq pilih2 sih, yang penting positif thinking, saya hanya bisa berujar di dalam hati, ya berarti memang belum merasakan, jika merasakan, pasti tidak akan berkata seperti itu. Andai saya bisa melakukannya saat ini, dulu memang sering sekali saya lakukan,berpenyedap disantap dengan lahap karena beranggapan bahwa tubuh ini perlu makanan, mau sehat atau tidk sehat. Jika saat ini bisa seperti itu, dengan sangat senang sekali saya tidak perlu repot2 untuk masak di rumah segala, jika tubuh ok ok saja untuk itu saat ini, tapi sayangnya mereka seperti alarm, jika menyantap masakan ber-penyedap atau vetcin, maka kepala otomatis langsung terasa pusing. Dulu memang selalu merasakan hal itu ketika jajan masakan diluar, tapi dulu saya tidak peka terhadap tubuh, hingga diri sendiripun berujar, ahhh masa pke penyedap secuil ini pun bermasalah sih, hingga akhirnya penyakit2 itu berdatangan menyapa, langsung dua penyakit lgi,,,hehehe,,,dan sudah hampir satu tahun,,,mereka masih bertengger di tubuh. But it's fine, ini berarti Allah hendak bermaksud memberi amanah bahwa saya mampu menghadapinya. Walaupun itu bisa atas ulah sendiri ataupun ini memang amanahNya, Allahu a'lam. Hikmahnya, saya bisa merasakan(khususnya tubuh), mana makanan yang sehat(tanpa penyedap), dengan makanan yang tidak sehat. Alhamdulillah saat ini sudah merasakan dampaknya, sudah lebih baikan ^_^. Ehhh koq malah jadi panjang lebar ceritain tentang penyakit dan diri y,,,,berikut ini sayur sop sehat yang sederhana sekali, tapi enak(menurut saya dan suami), sampe2 dia malah mengucap terima kasih karena sudah masakin dan itu enak,,hehe padahal khan memang sudah tugas seorang istri untuk memenuhi kebutuhan suami apalagi dalam hal makanan/masakan.

Bahan :
Kentang
Wortel
Seledri
Bawang Daun
Daging Sapi / Ayam Jantan bagian dada/paha/ceker

Bumbu (Dihaluskan):
Lada/Pedes (Lebih baik jangan yang bubuk apalagi lada/pedes bubuk yang instan, rasa sop yang dihasilkan akan berbeda)
Bawang Merah
Bawang Putih
Garam
Gula Putih

Cara Membuat :
Rebus Daging Sapi / Ayam, masak hingga mendidih, air rebusan pertama dibuang.
Kemudian rebus lagi menggunakan air dingin, sampai daging/ayam empuk.
Setelah empuk, masukan bumbu halus. Setelah mendidih dan bumbu tidak berbau mentah, masukan wortel, rebus hingga empuk, kemudian masukan kentang. Terakhir masukan seledri dan bawang daun. Masak hingga sop matang.
Hidangkan.

O iya, resep ini saya adaptasi dari resep berikut : http://cuek.wordpress.com/2009/05/27/soup-ceker-ayam/
Thank u, coz now I know how to cook. Simple but it's worth for life. hadeuuuh lebay y hihihi.