Laman

3 Maret 2016

Globalisasi ataukah Penjajahan Era Baru?

Kalian tau, Globalisasi itu apa? Kita pasti sudah tidak asing lagi dengan kalimat Globalisasi saat ini. Dan kalian pasti sudah pada tau arti dari Globalisasi, atau jika kalian berselancar, langsung keluar banyak arti dari Globalisasi. Tapiiii, taukah kalian? Sebenarnya Globalisasi itu  adalah Neo Kapitalism dan Neo Kolonialism, sama seperti yang dibawa dahulu oleh para penjajah yang menjajah bumi nusantara kita ini. Sekarang begitu booming sekali arti dari Globalisasi, dan seakan-akan jika kita tidak mengikuti arus, maka kita menjadi orang yang terbelakang. Siapa bilang? Coba kalo kita tau arti sebenarnya dari Globalisasi, pasti setiap diri kita tidak mau dengan adanya Globalisasi, karena apa? ya itu, adanya Kapitalisme dan Koloniaisme model baru. 
Coba kalian bayangkan, misal kalian punya rumah nih, kalian tinggal di rumah itu dengan nyaman, trus rumah itu ada kebunnya, disana kita bisa menanam hasil tanaman untuk keberlangsungan hidup kita, trus tiba-tiba ada orang dateng ke rumah kita, eehh ternyata di rumah kita dia malah jadi tuan rumahnya, trus dia bisa kelola kebun kita dan menikmati hasil kebun kita, sedangkan kita yang punya rumah itu tidak bisa leluasa menikmati hasil kebun. Naahh itulah gambaran sederhana dari Globalisasi yang sebenarnya.
Sama seperti yang dilakukan para penjajah jaman dulu, mereka berupaya untuk menguasai kekuasaan daerah kita dan juga mengeruk sumber daya untuk keuntungan yang sebesar-besarnya. Dan pastinya sudah satu paket, klo menguasai kekuasaan suatu daerah, berarti Idiologi pun berusaha untuk dikuasai dengan berbagai cara.
Nggak heran, kenapa jaman dulu, para pejuang kita begitu memperjuangkan wilayahnya dari penjajahan Kapitalisme dan Koloniaisme. Dan ternyata para penjajah paling merasa kewalahan kalo menghadapi perjuangan dan perlawanan dari para ulama dan santri di bumi nusantara ini. Bahkan gerakan politik modern berhasil dibangun oleh para ulama dan santri di bumi nusantara ini dengan nama Syarikat Islam. Para pejuang SI-lah yang begitu gencar memperjuangkan kebebasan dari penjajahan. SI dan upayanya dalam memperjuangkan kemerdekaan indonesia patut diacungi jempol. 
Dan karena mayoritas muslim yang memperjuangkan kemerdekaan, ngga heran kalo tuntutan dalam menegakan Syariat Islam mengemuka dalam persiapan kemerdekaan Indonesia seperti yang tercantum dalam Piagam Jakarta ayat pertama yang berbunyi Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, namun sayangnya ayat ke-satu ini telah dirubah dan dihilangkan sebagian, padahal itu merupakan hasil persetujuan dari para ulama di bumi nusantara yang berupaya keras dalam mempertahankan indonesia dari penjajahan Kapitalisme dan Kolonialisme.
Lalu bagaimana kalo sekarang? Sebenarnya kita sebagai umat muslim, memikul tanggung jawab sejarah dahulu, yaitu meneruskan tuntutan-tuntutan para ulama dahulu. Pe-Er kita masih banyak. Karena tuntutan-tuntutan tersebut belum terlaksana, akhirnya kita harus menghadapi penjajahan-penjajahan model baru yaitu Globalisasi. Dengan adanya globalisasi, orang bisa menguasai sumber-sumber alam di satu negara, bahkan lebih mudah dari penjajahan jaman dulu. Bayangkan, dahulu Belanda jika mau menguasai suatu daerah harus berperang dulu, menghadapi kepala suku, kepala adat. Setelah berhasil menguasai suatu daerah, maka Belanda membangun benteng, dan fasilitas-fasilitas lain, seperti membuat kebun, menanam rempah-rempah. Biaya yang diperlukan sangatlah besar untuk bisa menguasai suatu daerah dan menggunakan sumber alamnya. Namun sekarang, sangatlah mudah untuk bisa meng-eksplorasi kekayaan sumber alam di bumi nusantara ini. Bahkan jauh lebih sederhana daripada jaman penjajahan dulu. Lalu, apakah kita hanya akan diam saja? Ayoooo,,,,bangunlah!!! Cari ilmu, cari pengetahuan tentang kondisi sekitarmu, jangan sampai dirimu terbawa arus yang akan melenakan dan menghancurkanmu. Jangan pesimis ataupun apatis, percayalah akan janji-Nya. Suatu negri bisa bangkit jika kita berupaya untuk memperjuangkannya.

16 Februari 2016

Baso Kenyal Homemade

Akhirnya nemu juga resep bikin bakso yang bisa kenyal tanpa pengenyal khusus, cuma pke telor aja sebagai pengenyalnya. Yang artinya, sehat bingits nih baso, anak juga seneng sama baso buatan ibunya. Ini dia resepnya, setelah dilakukan uji coba beberapa kali, hihiy.
Bahan :
Daging sapi 0,25gr
Telur 1 bh
Tepung kanji 1 sdm
Garam secukupnya (saya bisa sekitar 3sdt)
Lada secukupnya
Bawang putih 2 siung
Es batu satu genggaman tangan
Air 1500 lt
Cara membuat :
1. Potong-potong dahulu daging beku, usahakan daging yang akan dibuat bakso dalam keadaan beku dan bisa dipotong-potong pakai pisau.
2. Siapkan air selama memproses daging, didihkan air. 
3. Masukan daging yang sudah dipotong-potong, es batu, telur, tepung kanji, bawang putih, garam, dan lada kedalam food processor, lumatkan sampai lembut.
4. Daging dan  bumbu yang sudah tercampur rata, bentuk bulat-bulat kemudian cemplungkan kedalam air mendidih, lebih bagus lagi ketika daging masih dingin sedingin es. Rebus baso sampai mengambang, jika sudah mengambang, baso sudah matang. Angkat dan sajikan.

Kalo ingin buat kuah basonya, air rebusan dari baso tersebut diberi bumbu halus bawang putih dan garam, rebus sampai tidak berbau bawang putih mentah. Atau bisa juga diberi bumbu halus bawang putih, kemiri, garam yang sudah digoreng terebih dahulu sampai kering.

Siapakah Yang Memiliki Otoritas Menjalankan Hukum Islam?

Kalo berbicara tentang sejarah, banyak sekali yang harus kita pelajari tentang negeri ini, aahhh jadi teringat akan suatu kalimat, 'jika anak muda meninggalkan sejarah maka tunggulah kehancuran suatu negeri'. Apalagi pas ada seseorang yang nanya, "Menurut kamu siapa yang seharusnya menjalankan syari'at islam?"tanyanya. "Hah,,,"sambil mikir dalam hati trus kumpulin info-info pelajaran agama dulu, haduuh siapa ya kira-kira, bisi salah jawab deh, akhirnya saya jawab, "Ya orang islam lah!". Dia nanya balik dan mastiin, "Bener gitu orang islam? Trus gimana cara mereka menjalankannya? ", "Haah,,,maksudnya", mikir bolak-balik, apa salah gitu jawabannya. Akhirnya gak berapa lama dari obrolan itu, saya menemukan jawabannya, ternyata ya, ternyata 'Yang seharusnya menjalankan syari'at islam itu ya Negara', kenapa coba? Ya iyalah pan negara sebagai penyelenggaranya, trus rakyat yang menjalankan apa yang sudah ditetapkan negaranya. That's it!!!! Beuuuhh ternyata gitu ya?
Eh iya, pernah tau gak sih kalian, klo ternyata dulu itu, pancasila yang isinya ada 5 itu awalnya didapat dari 'Piagam Jakarta'? Awalnya sih yang saya tau begini nih isinya :
  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya;
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab;
  3. Persatuan Indonesia;
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan;
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Tau hal itu, saya oke oke aja, ngangguk-ngangguk, oooh jadi gtu ya, ayat pertama nya di rubah yang asalnya ada menjalankan Syariat Islam, trus di ilangin deh pas di Pancasila. Eehhh ternyata ada versi yang lebih update lgi, 'Piagam Jakarta' itu ternyata ayat pertama dan kedua nya itu digabung sebelumnya lho! Berikut isi 'Piagam Jakarta' versi paling awal sebelum di split :
  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab;
  2. Persatuan Indonesia;
  3. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan;
  4. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Kita coba bahas ayat pertama dari Piagam Jakarta diatas ya :
'Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab' merupakan satu kalimat dan satu arti. Pertanyaannya siapakah yang wajib menjalankan Syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya? Jawabannya adalah Negara. Kenapa Negara? Ya karena ayat tersebut perintahnya untuk Negara. Kenapa bukan untuk orang atau umat? Karena umat Islam itu sudah dengan sendirinya wajib menjalankan Syariat Islam dari zaman Rosulullah sampai sekarang. Kemudian kalimat 'menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab' yang mengikuti kalimat sebelumnya, maksudnya adalah keputusan-keputusan yang diambil juga berdasarkan kemanusiaan yang adil dan beradab sesuai dengan perkembangan yang berkembang di Masyarakat saat itu. Kalimat 'menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab' muncul karena sejarahnya dulu ada utusan Kristen dari maluku yang bernama Latuharhary menyebutkan jika Syariat Islam diberlakukan maka hal itu merupakan suatu tindak kekejaman. Karena dia taunya hanya dari sisi hukuman/funishment saja, yang bersalah mencuri, akan dipotong tangan, dll.
Sebenarnya Syariat Islam tidaklah kejam, tapi justru akan melindungi orang dari melakukan hal yang sia-sia atau merugikannya. Misal, ada pencuri yang memang kerjaannya mencuri, kemudian terbukti bersalah dan dia dipotong tangannya, berarti berikutnya dia tidak akan bisa lagi mencuri khan? Dia akan terlindung dari aktivitas yang merugikan dirinya. Walaupun hasratnya kuat untuk mencuri, tapi tangannya sudah tidak bisa mencuri lagi, beda lagi kasusnya kalo dia pake tangan palsu. Naah berarti syariat islam itu untuk melindungi dirinya khan? Bagaimana dengan hukum lainnya? Hmmm harus dipelajari lagi pastinya.
Tapi, ada satu hal yang membuat saya takjub tentang Islam dan menjawab pertanyaan-pertanyaan selama ini, diantara Agama-agama yang ada di Indonesia, tidak semua Agama memiliki Sistem Hukum, yang memiliki Sistem Hukum didalam Agama nya hanya Islam dan Yahudi. Dan hanya Islam lah yang mempunyai Sistem Hukum yang detil, sedangkan Sistem Hukum agama Yahudi tidak sedetil Sistem Hukum Islam, dan agama-agama lain seperti Kristen, Budha, Hindu, Sinto sama sekali tidak mempunyai Sistem Hukum. Karena itu di Universitas-universitas, di Fakultas Hukumnya terdapat Mata Kuliah yang mengkaji Hukum Islam. Bahkan di Universitas Kristen sekalipun, di Fakultas Hukumnya tidak ada mata kuliah tentang Hukum Kristen karena Kristen memang tidak memiiki Sistem Hukum, malah yang ada adalah Mata Kuliah Hukum Islam. 
Dan hukum-hukum seperti Idioogi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Pertahanan, dan Keamanan sudah tertera dalam Al Quranul karim, tetapi hanya prinsip-prinsip umum saja yang ada, belum secara detil diatur. Hal itulah diperlukan adanya suatu perumusan yang mempertimbangkan adat istiadat yang berkembang ditengah masyarakat. Dan fungsi dari Negara lah yang akan merumuskan, menyatakan kapan hukum tersebut berlaku atau tidak berlaku, serta ada otoritas kekuasaan untuk melaksanakan kaidah-kaidah hukum tersebut. Maka, Negaralah yang mempunyai otoritas untuk melaksanakan hukum-hukum tersebut, bukan individu atau per orang.

Referensi : Ceramahnya Bapak Yusril Ihza Mahendra mengenai Hukum Islam dalam Konteks Negara

30 Januari 2016

Al Qur'an Satu-satunya Ajaran Keyakinan yang dapat Diterima Akal Sehat

Kali ini saya akan membahas tentang rasionalitas Al Qur'an. Kenapa kita berbicara tentang rasionalitas Al Qur'an? Apa sih sebenarnya rasionalitas itu?
Arti rasionalias itu sendiri merupakan pola pikir untuk bertindak sesuai dengan nalar dan logika manusia.
Lalu seperti apa sih untuk bisa tau se-rasionalitas apa Al Quran itu? Dan sebenar apa Al Qur'an? Lalu bagaimana kita bisa mengetahui sebuah 'kebenaran' melalui ke-rasionalitas-an Al Qur'an? Dan kebenaran yang bagaimanakah yang disebut 'Benar'?

Ok, kita coba bahas saja ya. 'Benar' tergantung dari sisi mananya, maksudnya tergantung kita mengkajinya dari segi apa. Jika kita mengkaji nya secara subjektif, emosional, atau berdasarkan hati maka hasilnya adalah relatif atau semu. Mengapa bisa disebut semu? Contoh : kebenaran menurut kepercayaan masing-masing adalah 'benar', ngga salah, ya karena menurut kepercayaan masing-masing, maka hasilnya juga relatif atau semu. Tapi jika kita kaji secara objektif, rasional, atau berdasarkan otak, tidak mungkin semua agama 'benar', pasti ada 'kebenaran mutlak' diantara 'kebenaran semu'.

Mari kita kaji objektifitas Al Qur'an ini dengan mencari jawaban berdasarkan syarat-syarat Tuhan, Jika Tuhan nya benar, maka agamanya benar. 
Coba kita lihat teori-teori berikut ini, dan bagaimana Al Qur'an menjawab teori-teori berikut ini, jika kitab suci Al Qur'an bisa menjawab semua teori-teori berikut, maka kitab suci ini adalah benar-benar suci, dalam artian tidak ada campur tangan dari manusia.
  • Teori Relativitas Einstein
Teori relativitas einstein terbatas oleh 4 dimensi yaitu ruang, waktu, daya, dan guna. Berdasarkan 4 dimensi tersebut, Tuhan tidak terbatas akan ruang, waktu, daya dan guna. Karena yang terbatas akan ruang, disebut alam raya. Alam raya juga terbatas pada dimensi waktu, daya, dan guna. Jika kita menanyakan kapan, dimana, dan bagaimana alam raya itu maka alam raya terbatas pada 4 dimensi tersebut. Jika kita menanyakan kapan, dimana, dan bagaimana Tuhan itu maka jawaban semua itu adalah Tuhan, tidak terbatas oleh 4 dimensi tersebut. Teori ini memberi jawaban bahwa Tuhan mutlak tidak terbatas, dan sudah jelas alam raya terbatas.
Teori Relativitas terjawab di Al Qur'anul karim. Allah jawab di Q.S. berikut :
Al Ikhlas ayat 3 :Lam yalid walam yuulad. Walam yakullahu kufuwan ahad artinya Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.
Ar Rahman ayat 26-27 : Kulu man 'alaihaa faan. Wayabaa wajhu rbbika dzuljalaali wal ikram artinya semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.
Manusia itu terbatas, alam terbatas, Allah lah yang Mutlak. Allah ada sebelum kata ada itu ada dan Allah tetap ada sekalipun ada itu sudah tidak ada. Adanya Allah karena ketiadaan makhluknya.
Jika kita menanyakan kapan, dimana, dan bagaimana, seperti yang dilakukan fir'aun dahulu, Allah abadikan di Q.S. Al Baqarah 55.
Al Baqarah 55 : waidzqultum yaa muusaa lanu'minalaka hattaa narallaha jahratanfa a khodzatkumushshoo'iqatu wa antum tanzhuruun artinya Dan ingatlah, ketika kamu berkata : "Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya".
Mata adalah instrumen yang terbatas, sesuatu yang terbatas maka hasilnya terbatas, bahkan mata tidak bisa melihat mata itu sendiri.
  •   Teori Non Otomatik
Di muka bumi ini tidak ada yg otomatis, dibalik ciptaan pasti ada pencipta. Seperti cerita Nabi Ibrahim dalam mencari Tuhan. Allah abadikan di Q.S.  Al An'am ayat 75-79.
Al An'am ayat 75 wa kadzaalika nurii ibrohiima malakuutassamaawaati wal ardhi waliikuuna minal muuqiniin. Artinya Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan Kami yang terdapat di langit dan bumi dan Kami memperlihatkannya agar dia termasuk orang yang yakin. 
Al An'am Ayat 76 Falammaa janna 'alaihillailu roa aa kaukaban qala haadza rabbii falamma afalaqaalalla uhibul aafiliin. Artinya ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang lalu dia berkata : Inilah Tuhanku", tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam".
Al An'am Ayat 77 Falamma ra al qamara baazighan qala laillam yahdinii rabbi la akuunanna minalqoumidhdholliin. Artinya Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata" "Inilah Tuhanku". Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata:"Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petun juk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat".
Al An'am Ayat 78 Falamma ra asysyamsa baazi ghatan qaalahaadzaarabbii hadzaa akbaru falamma afalat qaala yaaqaumi innii biriiummimmatusyrikuun. Artinya Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata:"Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar". Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata:"Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan".
Al An'am Ayat 79 Innii wajjahtu wajhiyalilladzii fatharassamaawaati wal ardha haniifawwamaa anaa minalmusyrikiin.Artinya Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.
  • Teori the Most
Yaitu teori yang menerangkan 'paling'. Seperti, Terkuasa(paling kuasa), Tertinggi(paling tinggi), Termulia(paling mulia). Siapakah yang paling kuasa, paling mulia, dan paling-paling lainnya? Hanya satu, yaitu satu Tuhan, tidak dua, atau tiga Tuhan. Dan apa pula yang paling itu? Hanya satu pula, dalam artian kebenaran, yang benar hanya satu dan yang lain salah. 
Teori the most ini dijawab di Q.S. Al Ikhlas 1. 
Al Ikhlas Ayat 1 Qul huwallahu ahad artinya Katakanlah :"Dialah Allah, Yang Maha Esa".
Ahad itu berbeda dengan satu, sebab satu itu berjumlah, berbilang, berbagi, sedangkan Allah tidak berjumlah, berbilang, berbagi, berkali. Allah itu Ahad, Esa, Tunggal.
Kemudian satu dalam artian kebenaran, yang benar hanya satu dan yang lain salah, Allah jawab dalam Q.S. Al Fath.
Al Fath 28 Huwalladzi arsala rasuulahu bil hudaa wadiinilhaqqi liyuzhhirahu 'aladdiinikullih wakafaa billahi syahiida artinya Dialah yang mengutus Rosul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.
Seperti kata prof. leard : Jika kamu berpikir sungguh-sungguh niscaya ilmumu akan memaksamu untuk mencari Tuhan
Man arofa nafsah arofa robba, siapa yg tau dirinya maka akan tau Tuhannya.
  • Teori Super Natur Power
Yaitu teori mengenai kekuatan metafisik yg luar biasa, seperti ruh.
Al Qur'an menjawab teori ini di Q.S. Al Isra 85
Al Isra 85 Wayas aluunaka 'anirruuh qulirruhuu min amri rabbii wamaa uutiitumminal'ilmi illa qaliila Artinya Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammmad) tentang roh. Katakanlah, "Roh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit".
Imam Ali pernah ditanya, pengetahuan yang sdikit itu yang seperti apa? Imam Ali menjawab dengan analogi "Ketika engkau celupkan jarimu ke dalam lautan kemudian engkau angkat, air yang menetes di jarimu itulah ilmumu, dan lautan itu adalah ilmu Al Qur'anul karim". Maka, secerdas cerdasnya manusia, ilmunya amatlah sedikit, karena seperti tetesan air yang menetes dalam lautan yang luas dan dalam.

Betapa lemahnya ilmu manusia. Ketika bertanya tentang ruh, Allah menjawab ruh itu urusanKu, kau tidak akan tau bentuk dan warna ruh, sebagaimana engkau tidak tau kapan, dimana, dan bagaimana engkau mati, yg pasti, engkau pasti mati.

Ternyata 4 teori di atas terjawab oleh Al Qur'an, berarti Al Qur'an adalah ajaran keyakinan yg sangat objektif, dapat diterima oleh akal yang sehat. Karena terbukti melalui pengkajian-pengkajian teori objektifitas. Berarti, mereka yang melaksanakan Al Qur'an adalah mereka yang cerdas dan pintar.
Semakin maju zaman, semakin terjawab bukti-bukti kebenaran Al Qur'an. Al Qur'an tak pernah ketinggalan zaman. Jika kita meninggalkan Al Qur'an, berarti kita adalah manusia yg ketinggalan zaman. 

Refference : Tulisan merupakan resume dari ceramah ust. Arifin Ilham

22 Januari 2016

Apakah Agama Tauhid itu?

Kali ini saya akan me-resume hasil khutbah jum'at KH. Asep Zaenal Ausop yang menjelaskan tentang agama Tauhid, Hanifiah dan Islam dengan pendekatan sejarah.
Berdasarkan Q.S. Ali Imran 19 : innaddiina 'indallahil islam, wamaakhtalafalladzina uutulkitaaba illamimba'di maajaa a humul'ilmu baghyambaiinahum, wamayyakfur biaayaatillahi fainnallaha sarii'ulhisab artinya sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barang siapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitunganNya.
dan Q.S. Ali Imran 85 : wamayyabtaghi ghairal islamidiina falayyuqbala minhu wahuwa fil akhiroti minalkhasiriin. artinya Dan barang siapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi. 
juga di Q.S. Al Baqarah 62 : innalladzina aamanuu walladziinahaaduu wannashooroo washobi'ina man aamana billahi walyaumil aakhiri wa'amila sholihan falahum ajruhum 'indarobbihim walakhoufun 'alaihim walahum yahzanuun Artinya Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yahudi, orang-orang nasrani, dan orang-orang sabi'in, siapa saja (di antara mereka) yang beriman kepada Allah dan hari akhir dan melakukan kebajikan, mereka mendapat pahala dari Tuhannya, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
Berdasarkan Q.S. Al Baqarah 62, selintas ada kontrofersi, yg benar adl islam di sisi lain beda lgi yg penting dia beriman, mau nasrani. 
Berikut ini akan dijelaskan terlebih dahulu tentang sejarah agama tauhid yang bersumber dari Allah itu yang seperti apa.
Nabi pertama dan manusia pertama yang diciptakan Allah itu adalah nabi adam. Nabi adam ini beragama Tauhid, disebut Tauhid krn meng-Esa-kan Allah, disebut juga Hanifiah(agama lurus kpd allah), dsebut juga Islam (menyelamatkan), 3 nama 1 eksistensi. Nabi adam bisa disebut ke 3 nya baik itu Tauhid/Hanifiyah/Islam.
Terdapat anak Nabi Adam bernama Wan, dia itu org yg sholeh, dan ketika meninggal dunia para muridnya bersedih hati, munculah syaitan menawarkan obat kesedihan, yaitu untuk dibuatkan patung Wan. Awalnya ditolak, tapi lama kelamaan diterima. Awalnya hanya patung utk pelipur, lama kelamaan disembah. Dan hal tersebut merupakan aasal mula penyembahan patung. 
Untuk mengembalikan manusia kpd Tauhid, Allah menurunkan para nabi, baik itu Nabi Idris diutus untuk menumpas sesembahan patung tp tdk berhasil, kemudian Allah menurunkan Nabi Nuh hingga sampai pada Allah menenggelamkan org-org yang durhaka. Setelah semua hancur, Nabi Nuh membuat peradaban baru, tetapi setelah Nabi Nuh meninggal, kembali marak penyembahan-penyembahan kepada patung, hingga sampai pada salah satu pembuat patung, yang bernama Azar bin Nahur (yang tidak lain adalah bapak dari Nabi Ibrahim). Melihat kondisi masyarakat yang jauh dari Tauhid, Nabi Ibrahim berupaya untuk menghancurkan patung-patung. Karena menghancurkan patung-patung mereka, Ibrahim di hukum, dibakar dalam api, tetapi Ibrahim selamat dari api (Allah menolong Nabi Ibrahim dengan memerintahkan api agar menjadi dingin), ahli sihir kaget, dan berfikir dia pasti nabi, maka para ahli sihir menyatakan utk masuk agama islam, karena nabi ibrahim tdk mati, nabi ibrahim di usir, sampai ibrahim masuk ke Palestina bersama istrinya siti sarah dan keponakannya nabi luth. disana sedang terjadi musim kekeringan, ibrahim berangkat ke mesir bersama istrinya. disana ada kerajaan besar,dengan pemimpinnya fir'aun (gelar raja), fir'aun zaman nabi ibrahim namanya ru'an (fir'aun zaman nabi yusuf namanya hexos, fir'aun zaman musa kecil namanya ramses 2, fir'aun yang tenggelam di laut merah namanya meniftah). Di mesir, siti sarah ditangkap utk dijadikan istri raja, tetapi sarah tidak mau, akhirnya firaun menyerah, melihat keteguhan siti sarah, fir'aun salut kpd ibrahim karena telah mendidik istrinya dengan baik, dan firaun menghadiahi ibrahim seorang perempuan istana bernama siti hajar. Kembalilah mereka ke palestina, sarah berusia 55 tahun tp belum mempunyai anak, akhirnya mengusulkan untuk menikahi siti hajar, menikah dengan hajar dan lahirlah isma=mendengar ely=tuhan(tuhan mendengar).  Ibrahim membawa hajr ke mekah, ibrahim dibimbing malaikat agar mencari bekas pondasi ka'bah yang dibangun nabi adam yang hilang tertutup pasir ketika bencana di zaman nabi nuh, ibrahim menemukan pondasi tersebut, akhirnya dibangunlah ka'bah. ibrahim kembali lagi ke palestina, disana dia kedatangan 2 tamu, tetapi tamu tersebut tidak memakan hidangan nabi ibrahim, dan ternyata mereka adalah malaikat yang hendak memberitahukan kepada nabi ttg umat nabi luth di jordan yg di azab oleh allah krn penyakit homoseks(sodomi). lahirlah laut mati. siti sarah akan punya anak, ternyata benar, dan namanya diberi nama ishaq=tertawa, ely=tuhan. ishaq punya anak namanya yaqub, yaqub punya anak namanya yusuf. nabi ibrahim itu membuat ka'bah(mesjidil haram di makkah),stelah 40 thn nabi ibrahim membangun masjidil aqsa di palestina. yaqub mempunyai anak yahuda, simen, lewi, yusuf, naftali, bunyamin. nabi yaqub sendiri digelari israeli(anak tuhan) karena baik, dan anak cucu nabi yaqub disebut bani israil. anak cucu nabi yaqub pindah ke mesir ketika yusuf menjabat jadi menteri di mesir. tetapi firaun hexos tdk suka kpd org-org israel, mereka disiksa dan dibinasakan. Nabi musa muncul dan menyelamatkan org israel, dari mesir menuju gurun sinai, dari sana musa berniat masuk ke palestina, ttp mereka tdk mau ke palestina, hingga musa marah dan berdoa kpd allah utk memisahkan musa dgn org israel(org fasik), lalu allah mengabulkannya. orang2 israel mati dan hanya tinggal org israel yang baik. nabi musa mati dan pendampingnya meninggal juga. tdk ada pimpinan maka setelah itu, allah mengangkat yusa bin nuun sbg nabi, atau josua(murid nabi musa). dari gurun sinai mereka berangkat ke palestina disana mereka beragama tauhid, tp kemudian org israel mengangkat nabi yg baru dan nabi uzair sbg tuhan, maka ada 2 tuhan (bapak dan anak), maka mereka lama kelamaan disebutlah agama yahudi, pada tahun berikutnya muncul nabi zakariya, yahya beragama tauhid. org pengikut nabi yahya membuat perubahan mereka menyembah allah, bintang, mengikuti nabi terdahulu, menyembah berhala yg disebut agama sabi'in. semula tauhid. di iran ada nabi jarahusta, nabi jarahusta meninggal dunia dan anak buahnya merasa tdk puas karena menyembah tuhan yg tdk kelihatan, maka mereka menggunakan simbol tuhan adalah cahaya, simbol cahaya adalah api, awalnya api hanya dikuduskan lama kelamaan disembah, muncullah penyembahan kpd api, mereka juga merasa tdk puas selain menyembah tuhan terang, mereka juga menyembah tuhan gelap. disebut agama majusi. nabi ibrahim muslim yg lurus/hanifiyah ibrahim bukan yahudi bukan nasrani, musa beragama tauhid .berikutnya muncul agama yahudi. pada 1 masehi lahirlah nabi isa, di usia 30 diangkat sbg rosul menerima injil dan dia menyebarkan la ilahaillallah, ttp bentrok dengan dengan agama yahudi (agama dengan 2 tuhan tuhan bapak dan nabi uzair). nabi isa berdakwah kpd mereka agar bertuhan 1. nabi isa di fitnah, maka ditangkaplah nabi isa(usia 33thn), disalib, dipukuli dan dibunuh. ttp mereka sbenarnya tdk menangkap nabi isa. org islam gempar dlm waktu dekat paulus masuk islam, org-org kaget, knp bisa masuk islam secara tiba-tiba, ttp mereka bilang utk berhusnuzon, ternyata paulus ini sangat pintar, pd thn 37M(4thn setelah paulus masuk islam) diadakan sidang yg mengubah hukum injil, babi jadi halal,  arak halal, hukum khitan ditiadakan, poligami di haramkan, cerai diharamkan. pd thn 187M, diadakan sidang lagi, mengapa isa itu nabi dan ada yg bilang isa itu tuhan, terjadi deadlock, keputusan diserahkan kpd kaisar romawi, kaisar membuat sebuah SK, bahwa isa itu tuhan. jadi sudah berubah semua. 
Dari sejarah di atas, telah jelas bahwa telah banyak perubahan-perubahan yang telah dilakukan manusia. Termasuk adanya agama-agama baru buatan manusia.