Halaman

30 Januari 2016

Al Qur'an Satu-satunya Ajaran Keyakinan yang dapat Diterima Akal Sehat

Kali ini saya akan membahas tentang rasionalitas Al Qur'an. Kenapa kita berbicara tentang rasionalitas Al Qur'an? Apa sih sebenarnya rasionalitas itu?
Arti rasionalias itu sendiri merupakan pola pikir untuk bertindak sesuai dengan nalar dan logika manusia.
Lalu seperti apa sih untuk bisa tau se-rasionalitas apa Al Quran itu? Dan sebenar apa Al Qur'an? Lalu bagaimana kita bisa mengetahui sebuah 'kebenaran' melalui ke-rasionalitas-an Al Qur'an? Dan kebenaran yang bagaimanakah yang disebut 'Benar'?

Ok, kita coba bahas saja ya. 'Benar' tergantung dari sisi mananya, maksudnya tergantung kita mengkajinya dari segi apa. Jika kita mengkaji nya secara subjektif, emosional, atau berdasarkan hati maka hasilnya adalah relatif atau semu. Mengapa bisa disebut semu? Contoh : kebenaran menurut kepercayaan masing-masing adalah 'benar', ngga salah, ya karena menurut kepercayaan masing-masing, maka hasilnya juga relatif atau semu. Tapi jika kita kaji secara objektif, rasional, atau berdasarkan otak, tidak mungkin semua agama 'benar', pasti ada 'kebenaran mutlak' diantara 'kebenaran semu'.

Mari kita kaji objektifitas Al Qur'an ini dengan mencari jawaban berdasarkan syarat-syarat Tuhan, Jika Tuhan nya benar, maka agamanya benar. 
Coba kita lihat teori-teori berikut ini, dan bagaimana Al Qur'an menjawab teori-teori berikut ini, jika kitab suci Al Qur'an bisa menjawab semua teori-teori berikut, maka kitab suci ini adalah benar-benar suci, dalam artian tidak ada campur tangan dari manusia.
  • Teori Relativitas Einstein
Teori relativitas einstein terbatas oleh 4 dimensi yaitu ruang, waktu, daya, dan guna. Berdasarkan 4 dimensi tersebut, Tuhan tidak terbatas akan ruang, waktu, daya dan guna. Karena yang terbatas akan ruang, disebut alam raya. Alam raya juga terbatas pada dimensi waktu, daya, dan guna. Jika kita menanyakan kapan, dimana, dan bagaimana alam raya itu maka alam raya terbatas pada 4 dimensi tersebut. Jika kita menanyakan kapan, dimana, dan bagaimana Tuhan itu maka jawaban semua itu adalah Tuhan, tidak terbatas oleh 4 dimensi tersebut. Teori ini memberi jawaban bahwa Tuhan mutlak tidak terbatas, dan sudah jelas alam raya terbatas.
Teori Relativitas terjawab di Al Qur'anul karim. Allah jawab di Q.S. berikut :
Al Ikhlas ayat 3 :Lam yalid walam yuulad. Walam yakullahu kufuwan ahad artinya Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.
Ar Rahman ayat 26-27 : Kulu man 'alaihaa faan. Wayabaa wajhu rbbika dzuljalaali wal ikram artinya semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.
Manusia itu terbatas, alam terbatas, Allah lah yang Mutlak. Allah ada sebelum kata ada itu ada dan Allah tetap ada sekalipun ada itu sudah tidak ada. Adanya Allah karena ketiadaan makhluknya.
Jika kita menanyakan kapan, dimana, dan bagaimana, seperti yang dilakukan fir'aun dahulu, Allah abadikan di Q.S. Al Baqarah 55.
Al Baqarah 55 : waidzqultum yaa muusaa lanu'minalaka hattaa narallaha jahratanfa a khodzatkumushshoo'iqatu wa antum tanzhuruun artinya Dan ingatlah, ketika kamu berkata : "Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya".
Mata adalah instrumen yang terbatas, sesuatu yang terbatas maka hasilnya terbatas, bahkan mata tidak bisa melihat mata itu sendiri.
  •   Teori Non Otomatik
Di muka bumi ini tidak ada yg otomatis, dibalik ciptaan pasti ada pencipta. Seperti cerita Nabi Ibrahim dalam mencari Tuhan. Allah abadikan di Q.S.  Al An'am ayat 75-79.
Al An'am ayat 75 wa kadzaalika nurii ibrohiima malakuutassamaawaati wal ardhi waliikuuna minal muuqiniin. Artinya Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan Kami yang terdapat di langit dan bumi dan Kami memperlihatkannya agar dia termasuk orang yang yakin. 
Al An'am Ayat 76 Falammaa janna 'alaihillailu roa aa kaukaban qala haadza rabbii falamma afalaqaalalla uhibul aafiliin. Artinya ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang lalu dia berkata : Inilah Tuhanku", tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam".
Al An'am Ayat 77 Falamma ra al qamara baazighan qala laillam yahdinii rabbi la akuunanna minalqoumidhdholliin. Artinya Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata" "Inilah Tuhanku". Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata:"Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petun juk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat".
Al An'am Ayat 78 Falamma ra asysyamsa baazi ghatan qaalahaadzaarabbii hadzaa akbaru falamma afalat qaala yaaqaumi innii biriiummimmatusyrikuun. Artinya Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata:"Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar". Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata:"Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan".
Al An'am Ayat 79 Innii wajjahtu wajhiyalilladzii fatharassamaawaati wal ardha haniifawwamaa anaa minalmusyrikiin.Artinya Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.
  • Teori the Most
Yaitu teori yang menerangkan 'paling'. Seperti, Terkuasa(paling kuasa), Tertinggi(paling tinggi), Termulia(paling mulia). Siapakah yang paling kuasa, paling mulia, dan paling-paling lainnya? Hanya satu, yaitu satu Tuhan, tidak dua, atau tiga Tuhan. Dan apa pula yang paling itu? Hanya satu pula, dalam artian kebenaran, yang benar hanya satu dan yang lain salah. 
Teori the most ini dijawab di Q.S. Al Ikhlas 1. 
Al Ikhlas Ayat 1 Qul huwallahu ahad artinya Katakanlah :"Dialah Allah, Yang Maha Esa".
Ahad itu berbeda dengan satu, sebab satu itu berjumlah, berbilang, berbagi, sedangkan Allah tidak berjumlah, berbilang, berbagi, berkali. Allah itu Ahad, Esa, Tunggal.
Kemudian satu dalam artian kebenaran, yang benar hanya satu dan yang lain salah, Allah jawab dalam Q.S. Al Fath.
Al Fath 28 Huwalladzi arsala rasuulahu bil hudaa wadiinilhaqqi liyuzhhirahu 'aladdiinikullih wakafaa billahi syahiida artinya Dialah yang mengutus Rosul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.
Seperti kata prof. leard : Jika kamu berpikir sungguh-sungguh niscaya ilmumu akan memaksamu untuk mencari Tuhan
Man arofa nafsah arofa robba, siapa yg tau dirinya maka akan tau Tuhannya.
  • Teori Super Natur Power
Yaitu teori mengenai kekuatan metafisik yg luar biasa, seperti ruh.
Al Qur'an menjawab teori ini di Q.S. Al Isra 85
Al Isra 85 Wayas aluunaka 'anirruuh qulirruhuu min amri rabbii wamaa uutiitumminal'ilmi illa qaliila Artinya Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammmad) tentang roh. Katakanlah, "Roh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit".
Imam Ali pernah ditanya, pengetahuan yang sdikit itu yang seperti apa? Imam Ali menjawab dengan analogi "Ketika engkau celupkan jarimu ke dalam lautan kemudian engkau angkat, air yang menetes di jarimu itulah ilmumu, dan lautan itu adalah ilmu Al Qur'anul karim". Maka, secerdas cerdasnya manusia, ilmunya amatlah sedikit, karena seperti tetesan air yang menetes dalam lautan yang luas dan dalam.

Betapa lemahnya ilmu manusia. Ketika bertanya tentang ruh, Allah menjawab ruh itu urusanKu, kau tidak akan tau bentuk dan warna ruh, sebagaimana engkau tidak tau kapan, dimana, dan bagaimana engkau mati, yg pasti, engkau pasti mati.

Ternyata 4 teori di atas terjawab oleh Al Qur'an, berarti Al Qur'an adalah ajaran keyakinan yg sangat objektif, dapat diterima oleh akal yang sehat. Karena terbukti melalui pengkajian-pengkajian teori objektifitas. Berarti, mereka yang melaksanakan Al Qur'an adalah mereka yang cerdas dan pintar.
Semakin maju zaman, semakin terjawab bukti-bukti kebenaran Al Qur'an. Al Qur'an tak pernah ketinggalan zaman. Jika kita meninggalkan Al Qur'an, berarti kita adalah manusia yg ketinggalan zaman. 

Refference : Tulisan merupakan resume dari ceramah ust. Arifin Ilham

22 Januari 2016

Apakah Agama Tauhid itu?

Kali ini saya akan me-resume hasil khutbah jum'at KH. Asep Zaenal Ausop yang menjelaskan tentang agama Tauhid, Hanifiah dan Islam dengan pendekatan sejarah.
Berdasarkan Q.S. Ali Imran 19 : innaddiina 'indallahil islam, wamaakhtalafalladzina uutulkitaaba illamimba'di maajaa a humul'ilmu baghyambaiinahum, wamayyakfur biaayaatillahi fainnallaha sarii'ulhisab artinya sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barang siapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitunganNya.
dan Q.S. Ali Imran 85 : wamayyabtaghi ghairal islamidiina falayyuqbala minhu wahuwa fil akhiroti minalkhasiriin. artinya Dan barang siapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi. 
juga di Q.S. Al Baqarah 62 : innalladzina aamanuu walladziinahaaduu wannashooroo washobi'ina man aamana billahi walyaumil aakhiri wa'amila sholihan falahum ajruhum 'indarobbihim walakhoufun 'alaihim walahum yahzanuun Artinya Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yahudi, orang-orang nasrani, dan orang-orang sabi'in, siapa saja (di antara mereka) yang beriman kepada Allah dan hari akhir dan melakukan kebajikan, mereka mendapat pahala dari Tuhannya, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
Berdasarkan Q.S. Al Baqarah 62, selintas ada kontrofersi, yg benar adl islam di sisi lain beda lgi yg penting dia beriman, mau nasrani. 
Berikut ini akan dijelaskan terlebih dahulu tentang sejarah agama tauhid yang bersumber dari Allah itu yang seperti apa.
Nabi pertama dan manusia pertama yang diciptakan Allah itu adalah nabi adam. Nabi adam ini beragama Tauhid, disebut Tauhid krn meng-Esa-kan Allah, disebut juga Hanifiah(agama lurus kpd allah), dsebut juga Islam (menyelamatkan), 3 nama 1 eksistensi. Nabi adam bisa disebut ke 3 nya baik itu Tauhid/Hanifiyah/Islam.
Terdapat anak Nabi Adam bernama Wan, dia itu org yg sholeh, dan ketika meninggal dunia para muridnya bersedih hati, munculah syaitan menawarkan obat kesedihan, yaitu untuk dibuatkan patung Wan. Awalnya ditolak, tapi lama kelamaan diterima. Awalnya hanya patung utk pelipur, lama kelamaan disembah. Dan hal tersebut merupakan aasal mula penyembahan patung. 
Untuk mengembalikan manusia kpd Tauhid, Allah menurunkan para nabi, baik itu Nabi Idris diutus untuk menumpas sesembahan patung tp tdk berhasil, kemudian Allah menurunkan Nabi Nuh hingga sampai pada Allah menenggelamkan org-org yang durhaka. Setelah semua hancur, Nabi Nuh membuat peradaban baru, tetapi setelah Nabi Nuh meninggal, kembali marak penyembahan-penyembahan kepada patung, hingga sampai pada salah satu pembuat patung, yang bernama Azar bin Nahur (yang tidak lain adalah bapak dari Nabi Ibrahim). Melihat kondisi masyarakat yang jauh dari Tauhid, Nabi Ibrahim berupaya untuk menghancurkan patung-patung. Karena menghancurkan patung-patung mereka, Ibrahim di hukum, dibakar dalam api, tetapi Ibrahim selamat dari api (Allah menolong Nabi Ibrahim dengan memerintahkan api agar menjadi dingin), ahli sihir kaget, dan berfikir dia pasti nabi, maka para ahli sihir menyatakan utk masuk agama islam, karena nabi ibrahim tdk mati, nabi ibrahim di usir, sampai ibrahim masuk ke Palestina bersama istrinya siti sarah dan keponakannya nabi luth. disana sedang terjadi musim kekeringan, ibrahim berangkat ke mesir bersama istrinya. disana ada kerajaan besar,dengan pemimpinnya fir'aun (gelar raja), fir'aun zaman nabi ibrahim namanya ru'an (fir'aun zaman nabi yusuf namanya hexos, fir'aun zaman musa kecil namanya ramses 2, fir'aun yang tenggelam di laut merah namanya meniftah). Di mesir, siti sarah ditangkap utk dijadikan istri raja, tetapi sarah tidak mau, akhirnya firaun menyerah, melihat keteguhan siti sarah, fir'aun salut kpd ibrahim karena telah mendidik istrinya dengan baik, dan firaun menghadiahi ibrahim seorang perempuan istana bernama siti hajar. Kembalilah mereka ke palestina, sarah berusia 55 tahun tp belum mempunyai anak, akhirnya mengusulkan untuk menikahi siti hajar, menikah dengan hajar dan lahirlah isma=mendengar ely=tuhan(tuhan mendengar).  Ibrahim membawa hajr ke mekah, ibrahim dibimbing malaikat agar mencari bekas pondasi ka'bah yang dibangun nabi adam yang hilang tertutup pasir ketika bencana di zaman nabi nuh, ibrahim menemukan pondasi tersebut, akhirnya dibangunlah ka'bah. ibrahim kembali lagi ke palestina, disana dia kedatangan 2 tamu, tetapi tamu tersebut tidak memakan hidangan nabi ibrahim, dan ternyata mereka adalah malaikat yang hendak memberitahukan kepada nabi ttg umat nabi luth di jordan yg di azab oleh allah krn penyakit homoseks(sodomi). lahirlah laut mati. siti sarah akan punya anak, ternyata benar, dan namanya diberi nama ishaq=tertawa, ely=tuhan. ishaq punya anak namanya yaqub, yaqub punya anak namanya yusuf. nabi ibrahim itu membuat ka'bah(mesjidil haram di makkah),stelah 40 thn nabi ibrahim membangun masjidil aqsa di palestina. yaqub mempunyai anak yahuda, simen, lewi, yusuf, naftali, bunyamin. nabi yaqub sendiri digelari israeli(anak tuhan) karena baik, dan anak cucu nabi yaqub disebut bani israil. anak cucu nabi yaqub pindah ke mesir ketika yusuf menjabat jadi menteri di mesir. tetapi firaun hexos tdk suka kpd org-org israel, mereka disiksa dan dibinasakan. Nabi musa muncul dan menyelamatkan org israel, dari mesir menuju gurun sinai, dari sana musa berniat masuk ke palestina, ttp mereka tdk mau ke palestina, hingga musa marah dan berdoa kpd allah utk memisahkan musa dgn org israel(org fasik), lalu allah mengabulkannya. orang2 israel mati dan hanya tinggal org israel yang baik. nabi musa mati dan pendampingnya meninggal juga. tdk ada pimpinan maka setelah itu, allah mengangkat yusa bin nuun sbg nabi, atau josua(murid nabi musa). dari gurun sinai mereka berangkat ke palestina disana mereka beragama tauhid, tp kemudian org israel mengangkat nabi yg baru dan nabi uzair sbg tuhan, maka ada 2 tuhan (bapak dan anak), maka mereka lama kelamaan disebutlah agama yahudi, pada tahun berikutnya muncul nabi zakariya, yahya beragama tauhid. org pengikut nabi yahya membuat perubahan mereka menyembah allah, bintang, mengikuti nabi terdahulu, menyembah berhala yg disebut agama sabi'in. semula tauhid. di iran ada nabi jarahusta, nabi jarahusta meninggal dunia dan anak buahnya merasa tdk puas karena menyembah tuhan yg tdk kelihatan, maka mereka menggunakan simbol tuhan adalah cahaya, simbol cahaya adalah api, awalnya api hanya dikuduskan lama kelamaan disembah, muncullah penyembahan kpd api, mereka juga merasa tdk puas selain menyembah tuhan terang, mereka juga menyembah tuhan gelap. disebut agama majusi. nabi ibrahim muslim yg lurus/hanifiyah ibrahim bukan yahudi bukan nasrani, musa beragama tauhid .berikutnya muncul agama yahudi. pada 1 masehi lahirlah nabi isa, di usia 30 diangkat sbg rosul menerima injil dan dia menyebarkan la ilahaillallah, ttp bentrok dengan dengan agama yahudi (agama dengan 2 tuhan tuhan bapak dan nabi uzair). nabi isa berdakwah kpd mereka agar bertuhan 1. nabi isa di fitnah, maka ditangkaplah nabi isa(usia 33thn), disalib, dipukuli dan dibunuh. ttp mereka sbenarnya tdk menangkap nabi isa. org islam gempar dlm waktu dekat paulus masuk islam, org-org kaget, knp bisa masuk islam secara tiba-tiba, ttp mereka bilang utk berhusnuzon, ternyata paulus ini sangat pintar, pd thn 37M(4thn setelah paulus masuk islam) diadakan sidang yg mengubah hukum injil, babi jadi halal,  arak halal, hukum khitan ditiadakan, poligami di haramkan, cerai diharamkan. pd thn 187M, diadakan sidang lagi, mengapa isa itu nabi dan ada yg bilang isa itu tuhan, terjadi deadlock, keputusan diserahkan kpd kaisar romawi, kaisar membuat sebuah SK, bahwa isa itu tuhan. jadi sudah berubah semua. 
Dari sejarah di atas, telah jelas bahwa telah banyak perubahan-perubahan yang telah dilakukan manusia. Termasuk adanya agama-agama baru buatan manusia. 

7 Januari 2016

Apakah Maulid Nabi Haram, Mubah, Bid'ah, atau Sunah?

Tulisan ini adalah hasil resume dari ceramah Bapak Prof. DR. Ing. Ir. Rudi Rubiandini di Masjid Al Muslih Sukamiskin Bandung. Sebelumnya "my husban menunjukan video ini dan beliau bilang ceramahnya "Hade Pisan". Akhirnya penasaran juga jd pengen dengerin, hade pisan menurut beliau teh gmn hihihi. Ok deh resumenya aku tulis dibawah y.

Maulid Nabi saat ini terjadi pro kontra di masyarakat. Ada yg menyebut Bid'ah, Mubah, Haram, dan bukan Sunah. Asal mula atau sejarah terjadinya peringatan Maulid Nabi ini untuk membangkitkan semangat Umat Islam yg saat itu Umat Islam sedang berjuang keras, karena tengah menghadapi serangan Tentara Salib Eropa atau yg dikenal Perang Salib. Dari serangan tersebut, Tentara Salib telah berhasil merebut Jerusalem dan merubah Masjid al Aqsa menjadi Gereja. Umat Islam saat itu kehilangan semangat perjuangan dan Ukhuwah/persaudaraan. Serta secara politik, umat islam juga telah terpecah belah, walaupun saat itu ke-Khalifah-an Islam ada di Baghdad, tapi hal tersebut hanya sebagai lambang persatuan spiritual saja.
Melihat kondisi yang seperti itu, Salahudin al Ayubi (Pemimpin Mesir, Suriah sampai Semenanjung Arab. Jika sekarang, posisi Salahudin ini setingkat dgn Gubernur) berinisiatif untuk mengadakan peringatan Maulid Nabi yang bermaksud untuk mengembalikan semangat umat islam dan mempersatukan kembali ukhuwah umat melalui peringatan Maulid Nabi. Setelah disetujui Khalifah yg menjabat saat itu, maka peringatan Maulid Nabi mulai diperingati oleh seluruh Umat Islam (termasuk Umat Islam di Indonesia). Dan mengintruksikan seluruh Umat Islam untuk menyelenggarakan Maulid Nabi secara masal di wilayah masing-masing setiap tanggal 12 Rabi'ul Awal tahun Hijriyah. Namun ada sebagian Ulama yg tdk setuju dengan peringatan tersebut karena Rosul dulu tdk pernah melakukannya. Alasan itu memang benar, bahwa Rosul dulu memang tidak melakukannya, akan tetapi Salahudin menegaskan lagi bahwa Maulid Nabi ini adalah kegiatan yang menyemarakan syi'ar Agama dan bermaksud membangkitkan semangat Umat Islam, begitu pula Maulid Nabi bukanlah Ritual Mahdah / Ibadah Mahdah (Ibadah Mahdah = ibadah yg telah ditetapkan oleh Allah baik tingkat, tata cara, dan perinciannya), sehingga tidak bisa dikategorikan sebagai "bid'ah" yang terlarang dan tentunya "tidak haram" untuk melakukannya.
Pada peringatan Maulid Nabi yg pertama, mulailah diselenggarakan perlombaan yaitu mengadakan sayembara tulisan mengenai riwayat Nabi dan puji-pujian yg indah. Banyak Ulama-ulama Besar mengikuti sayembara tersebut. Akhirnya sayembara tersebut dimenangkan oleh Syekh Ja'far al Barzanji (karyanya saat ini dikenal dengan nama "Kitab Barzanji").
Dari peringatan Maulid Nabi yang dilaksanakan setiap tanggal 12 Rabi'ul Awal tahun Hijriyah, ternyata membuahkan hasil yg tidak kecil. Semangat Umat Islam menghadapi Perang Salib kembali bergelora. Dalam kurun waktu sekitar 3 tahun-an, akhirnya Masjid al Aqsa yg sebelumnya dijadikan Gereja oleh Nasrani bisa dikembalikan lagi fungsinya menjadi Masjid.
Pada penyebaran islam ke Nusantara, baik itu 500thn, 1000thn dan 1500tahun kemudian, peringatan Maulid Nabi ini diperlukan karena adanya kebutuhan untuk meningkatkan semangat persatuan muslim, pen-syi'aran syahadatain, dan banyaknya ketertinggalan yg terjadi pada ilmu pengetahuan, ketertinggalan peralatan untuk mempertahankan diri, ketertinggalan ekonomi yg dikuasai non muslim, serta keterpurukan akhlaq. Kegiatan Maulid Nabi akan Mubah jika diisi dengan kegiatan yg tidak bermanfaat, namum sebaliknya akan  menuai pahala yang besar jika diisi dengan kegiatan yang bisa membangkitkan kejayaan Islam. Masyarakat islam saat ini sangat memprihatinkan, orang islam sekarang ini terkenal hal negatifnya saja seperti teroris-lah, ekstrimis-lah, kesemrawutan, dll. Padahal islam itu adalah agama rahmatalil'aalamin, namun banyak yang menyimpangkan pernyataan ini kepada pemahaman yang salah kaprah. Sehingga menimbulkan banyak kesalahan dalam praktek beragama dan berperilaku. Dan hal ini yang harus di syi'ar kan dalam peringatan Maulid Nabi. Pernyataan bahwa Islam agama rahmatalil'aalamin, sudah tercantum dlm Q.S. Al Anbiya 107 : wamaa arsalnaaka illa rohmatalil'aalamiin yg artinya "Dan kami tidak mengutus Engkau(Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam". Nabi Muhammad diutus dengan membawa Islam, maka Islam adalah rahmatalil'aalamin. Rahmat itu adalah kasih sayang. Dan Allah mengutus Nabi merupakan bentuk kasih sayang Allah bagi seluruh alam. 
Ada 2 hal yang lebih utama dan penting untuk diisi pada perayaan Maulid Nabi yaitu :
1. Dakwah tauhid. Yaitu mengajak umat untuk berakidah yang benar. Dakwah tauhid yang dibawa oleh Rosul adalah rahmat Allah. Jadi tidak mungkin dakwah tauhid menyebabkan perpecahan umat. Justru yg menjadi sebab perpecahan umat itu adalah syirik kpd Allah spt yg tercantum dlm Q.S. ar Rum 31-32 : muniibiina ilaihi wattaquuhu waaqiimuushsholaata walatakuunuu minalmusyrikiina. Minalladziina farroquuw diinahum wakaanuuw syiya'a. kulluhizbim bimaaladaihim farihuun yang artinya "dengan kembali bertobat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta laksanakanlah salat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang menyekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Setiap golongan mereka bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka".
Diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai Rosul Allah adalah bentuk kasih sayang Allah kepada seluruh manusia dan alam semesta. Seluruh manusia di muka bumi diwajibkan memeluk agama Islam, karena hukum syariat dan aturan-aturan dalam Islam adalah bentuk kasih sayang Allah SWT kepada makhluk. Pengutusan Nabi Muhammad SAW menjadi rahmat karena beliau telah memberi pencerahan kepada manusia yang awalnya dalam kejahilan dan memberikan hidayah kepada manusia yang awalnya berada dalam kesesatan berupa peribadatan kepada selain Allah.
2. Mengajak umat islam untuk kembali berjaya dalam menguasai kauniyah Allah. Yaitu ilmu yang mempelajari apa yang telah diciptakan Allah SWT. Ilmu kauniyah spt ilmu astronomi, ilmu kebumian, ilmu kedokteran dll. Mengajak para pemuda muslim untuk menjadi pemimpin di masing-masing bidang ilmu yang ditekuninya yang didasari akidah yang kuat dan ketauhidan yang kental. Dengan ijin Allah, semoga Islam kembali berjaya dan Islam sebagai rahmatalil'aalamin di masa kini menjadi terwujud dalam kehidupan sehari-hari.

Sehingga peringatan Maulid Nabi walaupun "tidak sunah", namun "tidak haram", "tidak bid'ah", dan "tidak mubah" malah akan mendapat "pahala" jika diisi dengan kegiatan yang bermanfaat untuk Syiar Islam dan untuk kemajuan umat muslimin termasuk peningkatan akhlaq dalam kehidupan sehari-hari.