Halaman

Hi5 LayoutsHi5 LayoutsHi5 LayoutsHi5 LayoutsHi5 LayoutsHi5 LayoutsHi5 LayoutsHi5 LayoutsHi5 LayoutsHi5 LayoutsHi5 LayoutsHi5 LayoutsHi5 LayoutsHi5 LayoutsHi5 Layouts



7 Januari 2016

Apakah Maulid Nabi Haram, Mubah, Bid'ah, atau Sunah?

Tulisan ini adalah hasil resume dari ceramah Bapak Prof. DR. Ing. Ir. Rudi Rubiandini di Masjid Al Muslih Sukamiskin Bandung. Sebelumnya "my husban menunjukan video ini dan beliau bilang ceramahnya "Hade Pisan". Akhirnya penasaran juga jd pengen dengerin, hade pisan menurut beliau teh gmn hihihi. Ok deh resumenya aku tulis dibawah y.

Maulid Nabi saat ini terjadi pro kontra di masyarakat. Ada yg menyebut Bid'ah, Mubah, Haram, dan bukan Sunah. Asal mula atau sejarah terjadinya peringatan Maulid Nabi ini untuk membangkitkan semangat Umat Islam yg saat itu Umat Islam sedang berjuang keras, karena tengah menghadapi serangan Tentara Salib Eropa atau yg dikenal Perang Salib. Dari serangan tersebut, Tentara Salib telah berhasil merebut Jerusalem dan merubah Masjid al Aqsa menjadi Gereja. Umat Islam saat itu kehilangan semangat perjuangan dan Ukhuwah/persaudaraan. Serta secara politik, umat islam juga telah terpecah belah, walaupun saat itu ke-Khalifah-an Islam ada di Baghdad, tapi hal tersebut hanya sebagai lambang persatuan spiritual saja.
Melihat kondisi yang seperti itu, Salahudin al Ayubi (Pemimpin Mesir, Suriah sampai Semenanjung Arab. Jika sekarang, posisi Salahudin ini setingkat dgn Gubernur) berinisiatif untuk mengadakan peringatan Maulid Nabi yang bermaksud untuk mengembalikan semangat umat islam dan mempersatukan kembali ukhuwah umat melalui peringatan Maulid Nabi. Setelah disetujui Khalifah yg menjabat saat itu, maka peringatan Maulid Nabi mulai diperingati oleh seluruh Umat Islam (termasuk Umat Islam di Indonesia). Dan mengintruksikan seluruh Umat Islam untuk menyelenggarakan Maulid Nabi secara masal di wilayah masing-masing setiap tanggal 12 Rabi'ul Awal tahun Hijriyah. Namun ada sebagian Ulama yg tdk setuju dengan peringatan tersebut karena Rosul dulu tdk pernah melakukannya. Alasan itu memang benar, bahwa Rosul dulu memang tidak melakukannya, akan tetapi Salahudin menegaskan lagi bahwa Maulid Nabi ini adalah kegiatan yang menyemarakan syi'ar Agama dan bermaksud membangkitkan semangat Umat Islam, begitu pula Maulid Nabi bukanlah Ritual Mahdah / Ibadah Mahdah (Ibadah Mahdah = ibadah yg telah ditetapkan oleh Allah baik tingkat, tata cara, dan perinciannya), sehingga tidak bisa dikategorikan sebagai "bid'ah" yang terlarang dan tentunya "tidak haram" untuk melakukannya.
Pada peringatan Maulid Nabi yg pertama, mulailah diselenggarakan perlombaan yaitu mengadakan sayembara tulisan mengenai riwayat Nabi dan puji-pujian yg indah. Banyak Ulama-ulama Besar mengikuti sayembara tersebut. Akhirnya sayembara tersebut dimenangkan oleh Syekh Ja'far al Barzanji (karyanya saat ini dikenal dengan nama "Kitab Barzanji").
Dari peringatan Maulid Nabi yang dilaksanakan setiap tanggal 12 Rabi'ul Awal tahun Hijriyah, ternyata membuahkan hasil yg tidak kecil. Semangat Umat Islam menghadapi Perang Salib kembali bergelora. Dalam kurun waktu sekitar 3 tahun-an, akhirnya Masjid al Aqsa yg sebelumnya dijadikan Gereja oleh Nasrani bisa dikembalikan lagi fungsinya menjadi Masjid.
Pada penyebaran islam ke Nusantara, baik itu 500thn, 1000thn dan 1500tahun kemudian, peringatan Maulid Nabi ini diperlukan karena adanya kebutuhan untuk meningkatkan semangat persatuan muslim, pen-syi'aran syahadatain, dan banyaknya ketertinggalan yg terjadi pada ilmu pengetahuan, ketertinggalan peralatan untuk mempertahankan diri, ketertinggalan ekonomi yg dikuasai non muslim, serta keterpurukan akhlaq. Kegiatan Maulid Nabi akan Mubah jika diisi dengan kegiatan yg tidak bermanfaat, namum sebaliknya akan  menuai pahala yang besar jika diisi dengan kegiatan yang bisa membangkitkan kejayaan Islam. Masyarakat islam saat ini sangat memprihatinkan, orang islam sekarang ini terkenal hal negatifnya saja seperti teroris-lah, ekstrimis-lah, kesemrawutan, dll. Padahal islam itu adalah agama rahmatalil'aalamin, namun banyak yang menyimpangkan pernyataan ini kepada pemahaman yang salah kaprah. Sehingga menimbulkan banyak kesalahan dalam praktek beragama dan berperilaku. Dan hal ini yang harus di syi'ar kan dalam peringatan Maulid Nabi. Pernyataan bahwa Islam agama rahmatalil'aalamin, sudah tercantum dlm Q.S. Al Anbiya 107 : wamaa arsalnaaka illa rohmatalil'aalamiin yg artinya "Dan kami tidak mengutus Engkau(Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam". Nabi Muhammad diutus dengan membawa Islam, maka Islam adalah rahmatalil'aalamin. Rahmat itu adalah kasih sayang. Dan Allah mengutus Nabi merupakan bentuk kasih sayang Allah bagi seluruh alam. 
Ada 2 hal yang lebih utama dan penting untuk diisi pada perayaan Maulid Nabi yaitu :
1. Dakwah tauhid. Yaitu mengajak umat untuk berakidah yang benar. Dakwah tauhid yang dibawa oleh Rosul adalah rahmat Allah. Jadi tidak mungkin dakwah tauhid menyebabkan perpecahan umat. Justru yg menjadi sebab perpecahan umat itu adalah syirik kpd Allah spt yg tercantum dlm Q.S. ar Rum 31-32 : muniibiina ilaihi wattaquuhu waaqiimuushsholaata walatakuunuu minalmusyrikiina. Minalladziina farroquuw diinahum wakaanuuw syiya'a. kulluhizbim bimaaladaihim farihuun yang artinya "dengan kembali bertobat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta laksanakanlah salat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang menyekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Setiap golongan mereka bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka".
Diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai Rosul Allah adalah bentuk kasih sayang Allah kepada seluruh manusia dan alam semesta. Seluruh manusia di muka bumi diwajibkan memeluk agama Islam, karena hukum syariat dan aturan-aturan dalam Islam adalah bentuk kasih sayang Allah SWT kepada makhluk. Pengutusan Nabi Muhammad SAW menjadi rahmat karena beliau telah memberi pencerahan kepada manusia yang awalnya dalam kejahilan dan memberikan hidayah kepada manusia yang awalnya berada dalam kesesatan berupa peribadatan kepada selain Allah.
2. Mengajak umat islam untuk kembali berjaya dalam menguasai kauniyah Allah. Yaitu ilmu yang mempelajari apa yang telah diciptakan Allah SWT. Ilmu kauniyah spt ilmu astronomi, ilmu kebumian, ilmu kedokteran dll. Mengajak para pemuda muslim untuk menjadi pemimpin di masing-masing bidang ilmu yang ditekuninya yang didasari akidah yang kuat dan ketauhidan yang kental. Dengan ijin Allah, semoga Islam kembali berjaya dan Islam sebagai rahmatalil'aalamin di masa kini menjadi terwujud dalam kehidupan sehari-hari.

Sehingga peringatan Maulid Nabi walaupun "tidak sunah", namun "tidak haram", "tidak bid'ah", dan "tidak mubah" malah akan mendapat "pahala" jika diisi dengan kegiatan yang bermanfaat untuk Syiar Islam dan untuk kemajuan umat muslimin termasuk peningkatan akhlaq dalam kehidupan sehari-hari.





18 Februari 2013

Sabar dan Syukur

Hmmm sabar dan syukur ya? dua kata tersebut merupakan pasangan,,,dua kata yang jika benar2 dipegang dan diterapkan maka itu bisa membuat seseorang bertahan. Dua kata tersebut dipasangkan sedemikian rupa agar digunakan sebagaimana mestinya, seperti Baik dan Buruk, Benar dan Salah, Surga dan Neraka. Sabar dan Syukur dipegang seseorang sebagai pegangan bagi diri.

Jika dia diberikan ujian, maka kata 'Sabar' lah yang harus diterapkan, dan ketika nikmat yang didapatnya, maka kata 'Syukur' lah yang harus diterapkan. Segala apapun yang menimpa seseorang, pada akhirnya sabar dan sykur lah yang bisa menjaga dirinya agar bisa bertahan. Ketika meminta do'a untuk disabarkan, maka Dia akan diberikan permasalahan yang mengharuskan dia untuk bersabar. Walaupun bagi seseorang, kata Sabar dalam penerapannya tidak mudah. Yup? benar sekali,,itu bukanlah hal yang gampaaaang, susah banget malah. Bahkan ketika saya membicarakan kepada teman-teman saya juga, mereka akan bilang hal yang sama. Ya,,,memang benar,,kita akan berfikiran seperti itu.

Lalu sikap terbaik apa yg hrs kita lakukan ketika kita ditimpa permasalahan yg mengharuskan kesabaran kita? Tetap dalam kesabaran jawabannya. Kenapa tetap dalam kesabaran? ya memang itu, apa lgi yang bisa dilakukan, ya kita musti tetapkan hati dan diri ini dalam kesabaran. Dalam rangka apa kita lakukan itu? ya dalam rangka meraih Ridho-Nya.

Lalu bagaimana kita mengenal siapa yang bersyukur dan bersabar? hanya orang2 terdekatlah yang tau dan Allah lah yang tau setiap diri seperti apa keadaannya. Jika berbicara tentang ujian, bahkan Allah langsung yang akan menguji seseorang, apakah benar dia sudah beriman atau hanya sebatas yang disebut beriman? Tak henti-henti nya Allah akan terus memberikan ujian dalam rangka kasih sayangNya kepada hambaNya. Ketahuilah, yang tau apakah diri sudah sabar atau belum adalah dirinya sendiri, tentu dengan pertolongan Allah. Dia akan diberikan kemampuan untuk bisa menilai sejauh mana kesabarannya.

 nb : hanya sebatas oret-oretan,,,,,:) fungsinya sebagai pengingat diri saja. 

Sate Maranggi Warna Warni yang Praktis

Hehe lucu y,,,judul dinamain sate maranggi warna warni, itu karena saya buat sate maranggi di selang seling dengan brokoli dan paprika ^_^.

Bahan :
Daging Sapi (tanpa lemak daging)
Brokoli
Paprika

Bumbu (dhaluskan):
Kecap
Ketumbar
Lengkuas muda
Bawang Merah
Bawang Putih
Gula Putih/gula merah
Jeruk Nipis

Cara :
Rebus daging sapi sampai empuk, buang air rebusannya.
Rebus brokoli setengah matang.
Setelah daging empuk, lumuri dengan bumbu halus. Diamkan beberapa menit agar bumbu meresap.
Tusukan daging, brokoli, dan paprika secara berselang seling. Setelah itu panggang sebentar.
Sate siap dihidangkan ^_^  Bisa dimakan langsung tanpa sambal cabe rawit, atau jika ingin menambahkan sambal kecap cabe rawit juga is ok. Itu udah enak koq tanpa ditambah apa2 lagi,,,suamiku bilang bumbunya sampe meresap hehehe. Padahal ga pake apa2 lgi, dan dipanggangnya pun cuma 4-7 menit-an, cuma sebentar, soalnya pke double pan. Pernah terlalu lama dipanggang, tau2 sampe mengerak dan menempel di double pan,,,,:D. Tapi masih enak koq dagingnya ;).

Ada hal lain yang dirasa, seneng banget, ktika bisa memasak dan hasilnya enak apalagi ini perdana dengan takaran bumbu yang di raba2 sendiri,,,trus dipuji lgi sama seseorang yg kita cinta,,,capek di dapur terbayar sudah. Alhamdulillah bisa masak ternyata hehehe.

Atau jika ingin memakai resep lain untuk pengempukan daging, bisa menggunakan daun pepaya, lihat link resep berikut : http://kuliner.lintas.me/go/kedaikuistanaku.blogspot.com/Sate-Maranggi/1/
Jadi pengen coba pakai daun pepaya, cuman sayangnya, harus langsung dibuat ktika daun pepayanya ada, klo ga langsung dibuat, daunnya bisa layu hehehe.

Sayur Sop Sehat

Hehe,,,,judulnya pke sayur sop sehat ya? Maklumlah,,,untuk saat ini saya hanya bisa menikmati makanan yang dibuat di rumah. Jujur saja, untuk beli masakan diluar rumah, bahkan untuk setingkat cafe sekalipun, saya masih merasa belom safety untuk menyantap masakan tersebut, karena apa? ya karena masakan yang dijual saat ini hampir sebagian besar menggunakan penyedap atau vetcin. Tapi saya baru nemu 1 tempat yang menjual sayur sop dengan rasa yang alami, yaitu tanpa penyedap, walaupun saya lupa untuk menanyakan apakah sayur yang saya beli tersebut pakai penyedap atau tidak. Mungkin suatu saat harus ditanya :) untuk memastikan.Temen ada yang berujar, ahh koq ribet banget sih, makan koq pilih2 sih, yang penting positif thinking, saya hanya bisa berujar di dalam hati, ya berarti memang belum merasakan, jika merasakan, pasti tidak akan berkata seperti itu. Andai saya bisa melakukannya saat ini, dulu memang sering sekali saya lakukan,berpenyedap disantap dengan lahap karena beranggapan bahwa tubuh ini perlu makanan, mau sehat atau tidk sehat. Jika saat ini bisa seperti itu, dengan sangat senang sekali saya tidak perlu repot2 untuk masak di rumah segala, jika tubuh ok ok saja untuk itu saat ini, tapi sayangnya mereka seperti alarm, jika menyantap masakan ber-penyedap atau vetcin, maka kepala otomatis langsung terasa pusing. Dulu memang selalu merasakan hal itu ketika jajan masakan diluar, tapi dulu saya tidak peka terhadap tubuh, hingga diri sendiripun berujar, ahhh masa pke penyedap secuil ini pun bermasalah sih, hingga akhirnya penyakit2 itu berdatangan menyapa, langsung dua penyakit lgi,,,hehehe,,,dan sudah hampir satu tahun,,,mereka masih bertengger di tubuh. But it's fine, ini berarti Allah hendak bermaksud memberi amanah bahwa saya mampu menghadapinya. Walaupun itu bisa atas ulah sendiri ataupun ini memang amanahNya, Allahu a'lam. Hikmahnya, saya bisa merasakan(khususnya tubuh), mana makanan yang sehat(tanpa penyedap), dengan makanan yang tidak sehat. Alhamdulillah saat ini sudah merasakan dampaknya, sudah lebih baikan ^_^. Ehhh koq malah jadi panjang lebar ceritain tentang penyakit dan diri y,,,,berikut ini sayur sop sehat yang sederhana sekali, tapi enak(menurut saya dan suami), sampe2 dia malah mengucap terima kasih karena sudah masakin dan itu enak,,hehe padahal khan memang sudah tugas seorang istri untuk memenuhi kebutuhan suami apalagi dalam hal makanan/masakan.

Bahan :
Kentang
Wortel
Seledri
Bawang Daun
Daging Sapi / Ayam Jantan bagian dada/paha/ceker

Bumbu (Dihaluskan):
Lada/Pedes (Lebih baik jangan yang bubuk apalagi lada/pedes bubuk yang instan, rasa sop yang dihasilkan akan berbeda)
Bawang Merah
Bawang Putih
Garam
Gula Putih

Cara Membuat :
Rebus Daging Sapi / Ayam, masak hingga mendidih, air rebusan pertama dibuang.
Kemudian rebus lagi menggunakan air dingin, sampai daging/ayam empuk.
Setelah empuk, masukan bumbu halus. Setelah mendidih dan bumbu tidak berbau mentah, masukan wortel, rebus hingga empuk, kemudian masukan kentang. Terakhir masukan seledri dan bawang daun. Masak hingga sop matang.
Hidangkan.

O iya, resep ini saya adaptasi dari resep berikut : http://cuek.wordpress.com/2009/05/27/soup-ceker-ayam/
Thank u, coz now I know how to cook. Simple but it's worth for life. hadeuuuh lebay y hihihi.

12 Oktober 2012

Hanya Sebatas yang Bernama "Feel un Well" (Dia hanya sebagian Amanah)

Subhanallah y,,,yg namanya ujian itu memang benar2 membuat kita jungkir balik untuk menghadapinya. Di kala down,,,maka segala masalah itu muncul dengan sendirinya, seolah2 dia menyapa sambil tersenyum haiiii,,,ini aku lhoooo,,,si penyakit itu,,,,hmmm dan aku wktu itu tertunduk lemah tak berdaya,,,,yang asalnya tidak ada masalah, jadi ada masalah. Ya begitulah, disaat itu kita membutuhkan pegangan yg bisa kija jadikan pegangan. Pertanyaannya adalah, pegangan apa yg hendak saya jadikan, apakah yg sesaat alias sementara atau yang kokoh kuat? Klo dipikir2,,,hanya baru hitungan bulan koq,,yang namanya penyakit itu nampak,,,langsung 2 lagi,,dan sampe sekarang masih upayakan 2duanya, tadinya dipikir bulan kemarin bisa selesai utk 1 pengobatan, tapi sepertinya Dia berkehendak lain. Semoga saya dimampukan untuk menjalankan ketetapanNya ini.
Bulan kemarin saya sudah mendatangi dokter, dan dokter bilang, coba tunggu 2bln pengobatan, kemudian cek hasilnya, dan datang lgi kesini. Sekarang sudah hampir 1 bln habis, dan sudah mulai membeli stok obat2an lgi utk di konsumsi selama 1 bln, en then di cek deh ke dokter. Hanya membayangkan saja, gimana jika hasil ceknya itu ternyata bagus, dan tidak perlu di obati lgi (Alhamdulillah), atau ternyata hasil ceknya ternyata masih harus terus dilakukan pengobatan? lalu apa yg sekiranya akan saya ambil langkah?
(,,,,,,,,,,,,,,hmm berfikir lumayan lama dalam menulis ini,,,,,,,,,,,,,) hingga akhirnya : OK jika memang masih tetap hasilnya saya harus meneruskan pengobatan, ya sudah jalani, tokh saya sudah menjalankannya setengah tahun lebih. So klo saya berenti di jalan, sayang juga, selesein saja sampai kelar.
En then, kabar yg 1 lgi gimana? hmm 1 lgi ya! itu juga tetap di usahakan pengobatan, hanya klo yg ini mah ktnya ada trigernya (''''''''''''''''''). Pertanyaanya, klo ternyata trigernya ga dateng2? mau gimana hayooo? Hmm ok lah,,,ga apa2, itu masih beberapa bulan lgi khan, sebelum saya selesai pengobatan yg satu lagi sampe selesai (yg ktnya bisa selesai dalam beberapa bulan ini, semoga saja). Lalu apa lagi yg harus saya fikirkan dan risaukan, hanya tinggal menjalani pengobatan, jalani, dan jalani terus, dan jika memang masih belum sembuh?
OK let we see this words : "Allah itu tidak melihat menang atau tidak, tapi yang Allah lihat itu Ketaatannya. Menang itu hanya hadiah dari-Nya". Dipikir2 klo seperti itu, berarti sama saja dengan : "Allah itu tidak melihat apakah sembuh atau tidak, tapi Allah itu ingin melihat, Sabar atau Tidaknya dia. Dan kesembuhan hanya hadiah dariNya",,,,,,,,,,