Halaman

Hi5 LayoutsHi5 LayoutsHi5 LayoutsHi5 LayoutsHi5 LayoutsHi5 LayoutsHi5 LayoutsHi5 LayoutsHi5 LayoutsHi5 LayoutsHi5 LayoutsHi5 LayoutsHi5 LayoutsHi5 LayoutsHi5 Layouts



18 Februari 2013

Sayur Sop Sehat

Hehe,,,,judulnya pke sayur sop sehat ya? Maklumlah,,,untuk saat ini saya hanya bisa menikmati makanan yang dibuat di rumah. Jujur saja, untuk beli masakan diluar rumah, bahkan untuk setingkat cafe sekalipun, saya masih merasa belom safety untuk menyantap masakan tersebut, karena apa? ya karena masakan yang dijual saat ini hampir sebagian besar menggunakan penyedap atau vetcin. Tapi saya baru nemu 1 tempat yang menjual sayur sop dengan rasa yang alami, yaitu tanpa penyedap, walaupun saya lupa untuk menanyakan apakah sayur yang saya beli tersebut pakai penyedap atau tidak. Mungkin suatu saat harus ditanya :) untuk memastikan.Temen ada yang berujar, ahh koq ribet banget sih, makan koq pilih2 sih, yang penting positif thinking, saya hanya bisa berujar di dalam hati, ya berarti memang belum merasakan, jika merasakan, pasti tidak akan berkata seperti itu. Andai saya bisa melakukannya saat ini, dulu memang sering sekali saya lakukan,berpenyedap disantap dengan lahap karena beranggapan bahwa tubuh ini perlu makanan, mau sehat atau tidk sehat. Jika saat ini bisa seperti itu, dengan sangat senang sekali saya tidak perlu repot2 untuk masak di rumah segala, jika tubuh ok ok saja untuk itu saat ini, tapi sayangnya mereka seperti alarm, jika menyantap masakan ber-penyedap atau vetcin, maka kepala otomatis langsung terasa pusing. Dulu memang selalu merasakan hal itu ketika jajan masakan diluar, tapi dulu saya tidak peka terhadap tubuh, hingga diri sendiripun berujar, ahhh masa pke penyedap secuil ini pun bermasalah sih, hingga akhirnya penyakit2 itu berdatangan menyapa, langsung dua penyakit lgi,,,hehehe,,,dan sudah hampir satu tahun,,,mereka masih bertengger di tubuh. But it's fine, ini berarti Allah hendak bermaksud memberi amanah bahwa saya mampu menghadapinya. Walaupun itu bisa atas ulah sendiri ataupun ini memang amanahNya, Allahu a'lam. Hikmahnya, saya bisa merasakan(khususnya tubuh), mana makanan yang sehat(tanpa penyedap), dengan makanan yang tidak sehat. Alhamdulillah saat ini sudah merasakan dampaknya, sudah lebih baikan ^_^. Ehhh koq malah jadi panjang lebar ceritain tentang penyakit dan diri y,,,,berikut ini sayur sop sehat yang sederhana sekali, tapi enak(menurut saya dan suami), sampe2 dia malah mengucap terima kasih karena sudah masakin dan itu enak,,hehe padahal khan memang sudah tugas seorang istri untuk memenuhi kebutuhan suami apalagi dalam hal makanan/masakan.

Bahan :
Kentang
Wortel
Seledri
Bawang Daun
Daging Sapi / Ayam Jantan bagian dada/paha/ceker

Bumbu (Dihaluskan):
Lada/Pedes (Lebih baik jangan yang bubuk apalagi lada/pedes bubuk yang instan, rasa sop yang dihasilkan akan berbeda)
Bawang Merah
Bawang Putih
Garam
Gula Putih

Cara Membuat :
Rebus Daging Sapi / Ayam, masak hingga mendidih, air rebusan pertama dibuang.
Kemudian rebus lagi menggunakan air dingin, sampai daging/ayam empuk.
Setelah empuk, masukan bumbu halus. Setelah mendidih dan bumbu tidak berbau mentah, masukan wortel, rebus hingga empuk, kemudian masukan kentang. Terakhir masukan seledri dan bawang daun. Masak hingga sop matang.
Hidangkan.

O iya, resep ini saya adaptasi dari resep berikut : http://cuek.wordpress.com/2009/05/27/soup-ceker-ayam/
Thank u, coz now I know how to cook. Simple but it's worth for life. hadeuuuh lebay y hihihi.

12 Oktober 2012

Hanya Sebatas yang Bernama "Feel un Well" (Dia hanya sebagian Amanah)

Subhanallah y,,,yg namanya ujian itu memang benar2 membuat kita jungkir balik untuk menghadapinya. Di kala down,,,maka segala masalah itu muncul dengan sendirinya, seolah2 dia menyapa sambil tersenyum haiiii,,,ini aku lhoooo,,,si penyakit itu,,,,hmmm dan aku wktu itu tertunduk lemah tak berdaya,,,,yang asalnya tidak ada masalah, jadi ada masalah. Ya begitulah, disaat itu kita membutuhkan pegangan yg bisa kija jadikan pegangan. Pertanyaannya adalah, pegangan apa yg hendak saya jadikan, apakah yg sesaat alias sementara atau yang kokoh kuat? Klo dipikir2,,,hanya baru hitungan bulan koq,,yang namanya penyakit itu nampak,,,langsung 2 lagi,,dan sampe sekarang masih upayakan 2duanya, tadinya dipikir bulan kemarin bisa selesai utk 1 pengobatan, tapi sepertinya Dia berkehendak lain. Semoga saya dimampukan untuk menjalankan ketetapanNya ini.
Bulan kemarin saya sudah mendatangi dokter, dan dokter bilang, coba tunggu 2bln pengobatan, kemudian cek hasilnya, dan datang lgi kesini. Sekarang sudah hampir 1 bln habis, dan sudah mulai membeli stok obat2an lgi utk di konsumsi selama 1 bln, en then di cek deh ke dokter. Hanya membayangkan saja, gimana jika hasil ceknya itu ternyata bagus, dan tidak perlu di obati lgi (Alhamdulillah), atau ternyata hasil ceknya ternyata masih harus terus dilakukan pengobatan? lalu apa yg sekiranya akan saya ambil langkah?
(,,,,,,,,,,,,,,hmm berfikir lumayan lama dalam menulis ini,,,,,,,,,,,,,) hingga akhirnya : OK jika memang masih tetap hasilnya saya harus meneruskan pengobatan, ya sudah jalani, tokh saya sudah menjalankannya setengah tahun lebih. So klo saya berenti di jalan, sayang juga, selesein saja sampai kelar.
En then, kabar yg 1 lgi gimana? hmm 1 lgi ya! itu juga tetap di usahakan pengobatan, hanya klo yg ini mah ktnya ada trigernya (''''''''''''''''''). Pertanyaanya, klo ternyata trigernya ga dateng2? mau gimana hayooo? Hmm ok lah,,,ga apa2, itu masih beberapa bulan lgi khan, sebelum saya selesai pengobatan yg satu lagi sampe selesai (yg ktnya bisa selesai dalam beberapa bulan ini, semoga saja). Lalu apa lagi yg harus saya fikirkan dan risaukan, hanya tinggal menjalani pengobatan, jalani, dan jalani terus, dan jika memang masih belum sembuh?
OK let we see this words : "Allah itu tidak melihat menang atau tidak, tapi yang Allah lihat itu Ketaatannya. Menang itu hanya hadiah dari-Nya". Dipikir2 klo seperti itu, berarti sama saja dengan : "Allah itu tidak melihat apakah sembuh atau tidak, tapi Allah itu ingin melihat, Sabar atau Tidaknya dia. Dan kesembuhan hanya hadiah dariNya",,,,,,,,,,

28 Oktober 2010

Cheddar Cheese Cake (w/ Oven Tangkring)

Bener2 dech,,,cake ini memang bikin penasaran banget,,,,setelah baca2 comment dari orang2 yg pernah buat dan mereka bilang nih cake itu lembuuuttt banget kyk sponge dan cheessy,,,gimana gak bikin penasaran coba? klo ada orang yg bilang yummy, truss ada yg bilang orang yg gk biasa makan cake malah jadi suka makan cake yang satu ini,,,arrrggghhh bener2 dech penasarannya makin menjadi2,,,,,hmmm akhirnya kemarin bisa terlaksana untuk coba bikin cake-nya. O iya, aku dapet resep ini dari cakefever.com. Berikut resepnya :
Bahan I :
130 gram susu cair (UHT atau fresh) --> aku pke susu Ultra
40 gram unsalted butter --> aku pke orchid butter, anchor juga bisa, cuman hargaX lbh mahal
125 gram cheddar cheese

Bahan II :
20 gram tepung terigu protein sedang
15 gram tepung maizena
2 kuning telur
1 sdt air jeruk lemon

Bahan III :
3 putih telur
80 gram gula pasir
1/4 sdt cream of tar-tar (cott) --> cott aku ganti pke air lemon dari 1/2 bulet lemon

Bahan IV (hiasan) : --> kali ini aku gak pake Bahan IV, repot musti beli lgi selai
1 sdm selai aprikot
1 sdm air matang

Cara membuat :
1. Siapkan loyang 18cm olesi dengan mentega, lapisi dengan kertas roti, olesi sekali lagi dengan mentega hingga rata. Lapisi bagian luar loyang dengan alumunium foil, pastikan loyang kedap air. Siapkan loyang untuk air rendaman, isi dengan air sampai 1/4 nya (saat memanggang ketinggian air tidak boleh melebihi 1/3 tinggi loyang adonan)
2. Kocok putih telur, gula pasir, air lemon (bahan III) hingga 'soft peak' saja.
3. Masukan loyang berisi air ke oven, nyalakan ovend engan suhu 160 derajat celcius.
4. Campur mentega, susu cair, keju cheddar yang sudah diparut (bahan I) dalam panci kecil, panaskan diatas api sambil diaduk-aduk hingga semua bahan meleleh dan menyatu. Jaga supaya krim tidak samapai gosong. Jika perlu, matikan api sementara krim diaduk-aduk.
5. Dalam keadaan krim masih hangat, ayak terigu dan maizena (bahan II) ke dalamnya. Aduk hingga rata. Masukkan kuning telur. Masukkan air jeruk. Pastikan semua bahan menyatu.
6. Setelah bahan I dan II menyatu, campurkan dengan bahan III. Aduk hingga rata benar. Tuang adonan ke dalam loyang.
7. Cek apakah loyang sudah cukup hangat. Air rendaman tidak perlu sampai mendidih, cukup sampai ada gelembung-gelembung kecil di dasar loyang. Letakan adonan loyang di atasnya.
8. Panggang selama 50 menit. Tes dengan tusuk gigi. Jika masih kurang matang, bisa tambahkan 5-10 menit lagi. Saat matang, permukaan cheese cake tetap kuning (tidak coklat) dan ada semu keemasan.
9. Dalam keadaan hangat, langsung balik adonan. Supaya tidak lengket, gunakan selembar serbet kering untuk membalik.
10. Penyelesaian : hangatkans selai aprikot dengan air matang di atas kompor (asal hangat dan bisa diaduk). Olesi permukaan cheese cake dengan selai. (klo saya pke butter cream yang dibuat sendiri dengan resep akal2an)

Catatan Olahan dan Hasil Olahannya :
1. Hasil olahan seehh sejauh ini oke,,,,adonan ngga ada gerindil-gerindil,,,,putih telur soft peak,,,,resep dan cara olah bener2 ngikutin step by step,,,,hmmm sayangnya mbakarnya yang kurang api sepertinya,,,padahal udah saya panggang sampe 120menit lhooo,,,tapi tetep koq dalemnya masih basah. Bisa jadi hal tersebut karena api yang digunakan adalah api kecil,,,kyknya harus api sedang,,,,maklum terbiasa pke double pan yg mngharuskan pke api kecil,,,jadinya pas pke Otang malah ikutan pke api kecil juga,,,,
2. Rasanya seehhh hmmm,,,,yummy,,,yup pastinya yummy,,,karena memang adonan yang dominannya adalah keju,,apalagi daku khan doyan keju xixixi,,,,,kue nya memang lembut banget kayak sponge,,,,klo mateng bener pasti tambah enak dehhh,,,,soalnya ktika aku ngerasain adonan paling atas dan bawah yang kering,,,rasanya enak dan wangi dari butternya kecium,,,,
3. btw setelah beberapa hari makan CCC ini,,,,rasanya malah seperti makan keju aja,,,,rasanya ngejuuu bangetz klo abis disimpen dari kulkas,,,,lebih enak klo makan cake ini dikit2 aja,,,coz klo banyak2,,eneg juga rasanya,,,xixixi
4. O iya,,,untuk cara pemanggangannya aku ga pake cara diatas, tapi aku pake cara Au Bain Marie akal-akalannya cakeFever.com. Caranya aku taro loyang berisi air di rak oven bawah, dan loyang adonan ditaro di oven rak atas. Cuman sayangnya itu,,,,matengnya luaaammaaa bo!,,,xixixi mungkin karena pake api kecil kali yaaa,,,

Berikut ini foto2 bahan kue dan hasil olahannya ya,,,,maaf ya sodara2, foto2 ini bener2 amatiran,,,ga pinter cara foto yang bagus xixixi,,,but it's ok lah, maksa dot com, amatiran or ngga amatiran,,,lanjuuuuttt aja ^_^
Ini dia bahan-bahannya,,,,,,,,,,,

Cara kocok putih telurnya


Kayak gini neeh,,,putih telur yang 'soft peak' itu (sebenernya ini juga
buat ngingetin dirikuh,,,,soalnya suka lupa)

Cara manggang Au Bain Marie Akal-akalannya ala cakefever

Au Bain Marie Akal-akalan pake Otang (Oven Tangkring)

Taraaaa,,,,,,cake yang udah jadi,,,,
padahal udah di panggang selama 120menit lhooo,,,tapi ga mateng2
(xixixi hasil tusuk sana tusuk sini nya ke potret,,,maklum di cek terus menerus seeh,,coz penasaran ga mateng2)

Slice cake
(Cakenya atasnya ga rata ya! soalnya pas dibalik untuk keluarin kue,
kue nya nempel di wadah,,,,jadinya tampilan yg terlihat kyk gini dech)

4 Oktober 2010

The gorgeous homeless Cat, I guess!!!






These pictures has taken 2 days ago, this cat has coming by to my house 3 or 4 times (I'm not sure how many times this cat has coming by through to my house). & I didn't know whose cat it is. But for the first impression, this cat already forced me to snaps him, cause this cat just look like a 'lion', I guess.

23 Agustus 2010

Gara-gara bakar umbul merah putih, si Bocah harus berurusan dengan polisi

Ahh,,,entahlah apa yg ada di dalam benak si bocah ketika itu, dia masih anak SMA kelas 1, iseng-iseng dia membakar umbul-umbul merah putih yang dipasang di depan Sekolah. Ditanya apakah ada unsur tertentu? apakah ada maksud tertentu dengan membakar umbul2 itu? si bocah hanya menjawab, “iseng aja”. Tak disangka, ternyata pihak sekolah melaporkan si bocah tersebut ke polisi, dengan disertai menyerahkan bukti umbul-umbul yang dibakar tersebut. Padahal pihak RT & RW setempat sudah berupaya untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan, yaitu si bocah meminta maaf kepada pihak sekolah. Karena secara kebetulan, dan kebetulan sekali, umbul2 yang dia bakar itu adalah yang dipasang di depan Sekolah. Apes memang si bocah itu, umbul-umbul yang dibakar tak sengaja itu adalah yang ada di depan Sekolah.


Saya selaku penduduk setempat, merasakan keprihatinan terhadap apa yg dialami bocah tersebut. Apalagi bapak si bocah, jadi sakit dan sering pingsan karena urusan ini. Disamping itu saya juga mendengar klo bapaknya itu baru keterima kerja, tapi skr dia harus berhenti karena sakit dan harus mengurusi urusan anaknya. Saya berharap, semoga pihak sekolah mau mencabut laporannya? Bukan karena apa-apa saya mengharapkan hal itu, ya karena belas kasihan terhadap si bocah, si bocah yang tanpa sengaja, yang hanya sekedar iseng membakar umbul-umbul. Suatu tindakan kenakalan remaja yang biasa (menurut saya), sama seperti kenakalan-kenakalan lainnya. Mungkin bagi pihak sekolah, mereka merasa bahwa itu merupakan penghinaan terhadap Sekolah dan Negara Indonesia, apalagi kejadian itu terjadi tepat pada tanggal 17 agustus 2010, pukul 5 subuh.


Kadang saya juga berfikir, kenapa dia bisa iseng-iseng seperti itu, membakar umbul-umbul segala, trus umbul-umbul yang dibakarnya yang ada di depan sekolah pula, ada-ada aja tuh anak. Mungkin bagi si bocah hanya sebagai mainan aja dan seru-seru aja, lagipula si bocah hanya membakar umbul-umbul tersebut baru sedikit, ngga sampe abis, hanya sedikit bagian aja kebakar, itu pun ga banyak yang kebakar (menurut penuturan penduduk sekitar). Tapi ternyata dampak yg harus dia terima benar-benar tak terduga, kasihan ya, saya bener-bener prihatin dengan kejadian ini. Mengapa umbul-umbul menyebabkan seseorang harus berurusan dengan polisi, tidak bisakah urusan itu diselesaikan secara kekeluargaan? Bagaiman menurut kalian? Apakah si bocah memang pantas untuk menerima perlakukan seperti itu? Hanya karena iseng belaka tak ada unsur apa2, apakah si bocah pantas untuk diperkarakan ke polisi?